Sekolah di Jepang? Banyak peraturan? Harus mandiri? Masak bekal sendiri? Gimana ya kira - kira? Oke! Di post kali ini saya akan cerita gimana sih pengalaman saya sekolah di Jepang.
Sekolah di Jepang memiliki aturan yang berbeda - beda. Setingkat TK dibebaskan untuk sekolah atau tidak tergantung pada keadaan anak masing - masing. Biasanya anak yang masuk TK adalah anak - anak yang kedua orang tuanya bekerja dan tidak ada orang yang bisa menjaga jadi anak tersebut lebih baik sekolah di TK. Dari pihak sekolah akan menyediakan bus yang akan mengantar dan menjemput, jika tidak ada fasilitas tersebut maka siswa harus diantar oleh orang tua atau keluarga.
Tingkat SD sampai SMP diharuskan untuk sekolah. Siswa siswi SD diwajibkan pulang pergi sekolah dengan jalan kaki. Tingkat SMP juga diharuskan untuk berjalan kaki kecuali mereka yang jarak antara rumah dengan sekolah lebih dari 2km, setelah minta izin dari sekolah untuk mengendarai sepeda dan diizinkan barulah diperbolehkan untuk menggunakan sepeda sendiri sebagai kendaraan untuk pergi ke sekolah. Hal itu dikarenakan lahan sekolah yang tidak menyediakan parkir yang cukup luas untuk memuat semua sepeda muridnya.
Untuk sekolah umum, penentuan sekolah bukan dari pihak orang tua maupun kemauan sang anak melainkan ditentukan oleh pemerintah. Jadi orang tua mendaftarkan anaknya ke Balai Kota setempat kemudian akan ditentukan dimana anak akan bersekolah. Salah satu faktor yang menjadi pertimbangan dalam penentuan sekolah adalah jarak antara rumah dengan sekolah. Anak akan dipilihkan sekolah dengan jarak yang paling dekat dari rumahnya sehingga bisa dijangkau dengan berjalan kaki.
Lain halnya dengan SMA, anak tidak diwajibkan untuk sekolah. Mereka yang ingin sekolah, akan didaftarkan untuk masuk sekolah dan mereka yang tidak ingin sekolah pun jika diizinkan oleh orangtuanya boleh untuk tidak mengikuti sekolah jenjang SMA. Bagi mereka yang tidak sekolah biasanya karena lebih memilih untuk bekerja. Di setiap sekolah akan ada peraturan boleh atau tidaknya muridnya untuk melakukan kerja paruh waktu (アルバイト).
Setiap hari murid akan akan menggunakan tas dengan model yang sama. Berbentuk kotak seperti yang biasa kita lihat di film atau kartun Jepang. Harga 1 tas ini terbilang cukup mahal yaitu sekitar 3 - 5 juta rupiah dengan garansi hingga 6 tahun. Jadi selama 6 tahun di Sekolah Dasar anak tidak diperkenankan bergonta - ganti tas sekolah.
(Sumber: http://tanteiwatch.com/13220)
Saat libur musim panas adalah termasuk masa liburan yang cukup panjang yaitu sekitar 1 bulan. Pada saat libur musim panas, siswa siswi akan diberikan tugas yang nantinya akan dijadikan penilaian tugas sekolah. Tugas tersebut antara lain, tugas menggambar, menulis, mengarang, dan lain - lain. Sekolah di Jepang memiliki banyak acara. Mulai dari festival budaya, pekan olahraga, camping tour, juga acara - acara lain. Festival budaya hampir sama dengan pentas seni yang ada di Indonesia. Ada banyak stand jajanan Jepang, siswa dibebaskan mendekorasi kelas, dan setiap kelas biasanya membuat kafe ataupun rumah hantu.
Saya mulai tinggal di Jepang tanggal 14 Oktober 2015 tepatnya di kota Wakayama. Saya tinggal di apartment yang berjarak sekitar 15 menit dari sekolah jika menggunakan sepeda. Karena suka masak dan di Jepang saya harus bisa mandiri akhirnya saya coba memasak berbagai macam masakan, mulai dari resep coba - coba sendiri, resep dari ibu saya, juga resep dari saudara saya yang sekarang seorang chef di Amerika. Sebelum berangkat sekolah, saya biasanya membuat bento (弁当) atau bekal untuk dimakan saat istirahat. Berikut ini beberapa contoh bekal yang pernah saya masak di Jepang.
Grilled Chicken dan Grilled Baby Potato
salad dan garlic bread
udon resep sendiri 😊
Spaghetti resep sendiri 😆
Mie goreng, perkedel ayam, dan jelly kiwi
Nasi goreng dadar wortel
Fusilli Carbonara
Semua makanan diatas asli buatan saya sendiri 😆😊 jadi sumber foto - foto diatas adalah foto pribadi^^
http://the-dailyjapan.com/fakta-unik-dan-menarik-tentang-sekolah-di-jepang/
http://tanteiwatch.com/13220

























