Sunday, January 29, 2017

Sekolah dan masak sendiri

Sekolah di Jepang? Banyak peraturan? Harus mandiri? Masak bekal sendiri? Gimana ya kira - kira? Oke! Di post kali ini saya akan cerita gimana sih pengalaman saya sekolah di Jepang.

Sekolah di Jepang memiliki aturan yang berbeda - beda. Setingkat TK dibebaskan untuk sekolah atau tidak tergantung pada keadaan anak masing - masing. Biasanya anak yang masuk TK adalah anak - anak yang kedua orang tuanya bekerja dan tidak ada orang yang bisa menjaga jadi anak tersebut lebih baik sekolah di TK. Dari pihak sekolah akan menyediakan bus yang akan mengantar dan menjemput, jika tidak ada fasilitas tersebut maka siswa harus diantar oleh orang tua atau keluarga.

Tingkat SD sampai SMP diharuskan untuk sekolah. Siswa siswi SD diwajibkan pulang pergi sekolah dengan jalan kaki. Tingkat SMP juga diharuskan untuk berjalan kaki kecuali mereka yang jarak antara rumah dengan sekolah lebih dari 2km, setelah minta izin dari sekolah untuk mengendarai sepeda dan diizinkan barulah diperbolehkan untuk menggunakan sepeda sendiri sebagai kendaraan untuk pergi ke sekolah. Hal itu dikarenakan lahan sekolah yang tidak menyediakan parkir yang cukup luas untuk memuat semua sepeda muridnya.

Untuk sekolah umum, penentuan sekolah bukan dari pihak orang tua maupun kemauan sang anak melainkan ditentukan oleh pemerintah. Jadi orang tua mendaftarkan anaknya ke Balai Kota setempat kemudian akan ditentukan dimana anak akan bersekolah. Salah satu faktor yang menjadi pertimbangan dalam penentuan sekolah adalah jarak antara rumah dengan sekolah. Anak akan dipilihkan sekolah dengan jarak yang paling dekat dari rumahnya sehingga bisa dijangkau dengan berjalan kaki.

Lain halnya dengan SMA, anak tidak diwajibkan untuk sekolah. Mereka yang ingin sekolah, akan didaftarkan untuk masuk sekolah dan mereka yang tidak ingin sekolah pun jika diizinkan oleh orangtuanya boleh untuk tidak mengikuti sekolah jenjang SMA. Bagi mereka yang tidak sekolah biasanya karena lebih memilih untuk bekerja. Di setiap sekolah akan ada peraturan boleh atau tidaknya muridnya untuk melakukan kerja paruh waktu (アルバイト). 

Setiap hari murid akan akan menggunakan tas dengan model yang sama. Berbentuk kotak seperti yang biasa kita lihat di film atau kartun Jepang. Harga 1 tas ini terbilang cukup mahal yaitu sekitar 3 - 5 juta rupiah dengan garansi hingga 6 tahun. Jadi selama 6 tahun di Sekolah Dasar anak tidak diperkenankan bergonta - ganti tas sekolah. 


(Sumber: http://tanteiwatch.com/13220)

Saat libur musim panas adalah termasuk masa liburan yang cukup panjang yaitu sekitar 1 bulan. Pada saat libur musim panas, siswa siswi akan diberikan tugas yang nantinya akan dijadikan penilaian tugas sekolah. Tugas tersebut antara lain, tugas menggambar, menulis, mengarang, dan lain - lain. Sekolah di Jepang memiliki banyak acara. Mulai dari festival budaya, pekan olahraga, camping tour, juga acara - acara lain. Festival budaya hampir sama dengan pentas seni yang ada di Indonesia. Ada banyak stand jajanan Jepang, siswa dibebaskan mendekorasi kelas, dan setiap kelas biasanya membuat kafe ataupun rumah hantu.

Saya mulai tinggal di Jepang tanggal 14 Oktober 2015 tepatnya di kota Wakayama. Saya tinggal di apartment yang berjarak sekitar 15 menit dari sekolah jika menggunakan sepeda. Karena suka masak dan di Jepang saya harus bisa mandiri akhirnya saya coba memasak berbagai macam masakan, mulai dari resep coba - coba sendiri, resep dari ibu saya, juga resep dari saudara saya yang sekarang seorang chef di Amerika. Sebelum berangkat sekolah, saya biasanya membuat bento (弁当) atau bekal untuk dimakan saat istirahat. Berikut ini beberapa contoh bekal yang pernah saya masak di Jepang.

Grilled Chicken dan Grilled Baby Potato

salad dan garlic bread 

 udon resep sendiri 😊

Spaghetti resep sendiri 😆

Mie goreng, perkedel ayam, dan jelly kiwi

Nasi goreng dadar wortel

Fusilli Carbonara

Semua makanan diatas asli buatan saya sendiri 😆😊 jadi sumber foto - foto diatas adalah foto pribadi^^

Sumber:
http://the-dailyjapan.com/fakta-unik-dan-menarik-tentang-sekolah-di-jepang/

http://tanteiwatch.com/13220

Kenrokuen (兼六園)

Selain pergi ke Hiroshima, pengalaman saya pergi ke tempat yang jauh dari lokasi tempat saya tinggal yaitu ke Kanazawa. Jarak dari Wakayama ke Kanazawa sekitar 370km. Suasana di Kanazawa tidak jauh berbeda dengan di Wakayama karena ke dua kota ini bukan kota besar seperti Tokyo atau Osaka. Kami berdua pergi ke Kanazawa saat Golden Week bulan Agustus 2016 lalu dengan tujuan utama yaitu taman Taman Kenrokuen Kanazawa. Harga tiket masuk Taman Kenrokuen yaitu 310 yen untuk orang dewasa, 100 yen untuk 6 sampai 18 tahun, dan gratis untuk usia 65 tahun ke atas.

Taman Kenrokuen adalah taman di Jepang yang sangat indah dengan luas 11,4 hektar. Terletak di prefektur Ishikawa samping Kastil Kanazawa. Keluarga Maeda yang memerintah Kaga Clan (sekaranng Ishikawa dan daerah Toyama) di zaman feodal memelihara kebun ini dari generasi ke generasi. Dari segi keindahan, Taman Kenrokuen dianggap sebagai salah satu kebun feodal yang paling indah di Jepang.

(Sumber: foto pribadi)

Taman Kenrokuen memiliki danau buatan yang besar, banyak bukit dan rumah yang menghiasi taman. Di danau besar yang disebut "Kasumigaike" diyakini hidup pertapa awet muda dengan kekuatan ajaib sebagai harapan akan kehidupan yang panjang dan kemakmuran abadi dari Tuhan. Kenrokuen berarti "memiliki enam faktor" yang berupa kelapangan, ketenangan, kecerdasan, kuno, sumber air, dan pemandangan indah dari kebun yang membawa kesempurnaan pada Taman Kenrokuen. Terdapat lentera yang terbuat dari batu yang menjadi simbol Taman Kenrokuen, didesain berdasarkan citra dari kecapi (Koto) Jepang.

(Sumber: foto pribadi)

Pengunjung dapat menikmati keindahan berbagai macam bunga dan pohon, seperti plum dan sakura di musim semi, azalea dan iris di awal musim panas, pohon dengan daun berwarna merah dan kuning di musim gugur, hingga keindahan pemandangan yang tertutup salju pada musim dingin.

(Sumber: foto pribadi)

Di dalam area taman kami masuk ke sebuah rumah, rumah tersebut merupakan rumah teh untuk menikmati teh ocha Jepang. Tidak hanya sekedar minum teh, kami pun mengikuti upacara minum teh dengan suasa yang hikmat. Teh yang disajikan sama sekali tidak manis oleh karena itu disajikan 2 makanan kecil yang diletakan disamping kiri cangkir teh. Untuk masuk ke rumah teh kita harus membayar sekitar 500 yen.

Teh yang disajikan berikut makanan kecil yang manis
(Sumber: foto pribadi)


Saat itu cuaca panas jadi kami beli es serut (かき氷).

(Sumber: foto pribadi)


Sumber:
http://www.kanazawa-tourism.com/eng/guide/guide1_1.php

Saturday, January 28, 2017

Osaka Mint (大阪造幣局)

こんにちは!Kali ini cerita tentang pengalaman pergi ke Osaka Mint ya^^


Osaka Mint (造幣局) adalah sebuah badan pemerintah yang bertanggung jawab untuk penyediaan koin, medali, dan analisis serta pengujian dan sertifikasi dari logam. Dibangun di Osaka oleh pemerintah Meiji dalam rangka memodernisasi sistem mata uang. Osaka Mint diresmikan pada tanggal 4 April 1871, dan mulai dioperasikan dengan fasilitas gaya barat.

Sama terkenalnya dengan koin yang dihasilkan, Osaka Mint juga terkenal akan pohon Sakura yang kurang lebih berjumlah 300 pohon. Kalau selama ini yang kita tahu pohon Sakura itu hanya ada 1 atau 2 jenis, ternyata salah! Di Osaka Mint, kita bisa lihat 100 macam jenis pohon Sakura yang berbeda. Setiap tahun, lokasi untuk melihat Sakura akan secara khusus di buka untuk umum selama satu minggu di pertengahan bulan April. Di bulan lain, Osaka Mint tetap dibuka untuk memperkenalkan proses produksi koin, sejarah, dan pameran berbagai macam koin dan medali dari Jepang dan tempat lain. Masuk ke museum ini juga sudah termasuk untuk masuk ke area kebun pohon Sakura.



9 April 2016 saya diajak pergi ke Osaka Mint. Disana saya bisa lihat langsung cantiknya jenis - jenis bunga Sakura. 

(Sumber: foto pribadi)

Di Osaka Mint pastinya juga ada area jajanan. Sama dengan festival lain, disini tersedia berbagai toko - toko kecil yang menjual beragam makanan, minuman, dan mainan Jepang. Saat itu, selagi menikmati makanan kita juga menikmati pemandangan seperti ini.

(Sumber: foto pribadi)

Setelah banyak coba makanan - makanan, terakhir kita makan permen strawberry (いちご飴). Permen ini selalu ada di festival di Jepang. Jadi permen ini adalah buah asli yang dilapisi dengan karamel. Buahnya tidak hanya strawberry tapi juga ada apel dan cherry. waktu itu saya pilih strawberry karena apel kelihatannya susah untuk dimakan karena besar dan cherry yang kelihatannya terlalu kecil 😅

(Sumber: foto pribadi)

Sebelum masuk lobby apartemen saya, tiba - tiba saya di berikan satu kotak cantik yang saya tidak tahu isinya apa 😅 Jadi ternyata ini adalah oleh - oleh dari Osaka Mint, ada 6 koin (500 yen, 100 yen, 50 yen, 10 yen, 5 yen, dan 1 yen) di dalamnya yang sampai sekarang dipakai di Jepang. Ini bisa dibeli saat kita beli tiket masuk ke Osaka Mint, saya baru sadar kenapa tidak boleh ikut saat beli tiket karena ternyata dia mau belikan saya ini 😂😏😚 Oleh - oleh ini dikemas nya sangat bagus, cocok deh untuk oleh - oleh yang anti mainstream!

(Sumber: foto pribadi)

Cantik semua yaa Sakura nya? 😆😍

Sumber:
http://www.mint.go.jp/eng/profile-eng/eng_guide_history.html

http://www.japan-guide.com/e/e4008.html

Friday, January 27, 2017

Hiroshima Peace Memorial Museum dan Hiroshima Peace Memorial Park

Hiroshima dan Nagasaki, kata - kata ini pasti tidak asing karena merupakan peristiwa besar yang terjadi di Jepang pada bulan Agustus 1945. Hiroshima adalah kota pertama di dunia yang menderita karena serangan nuklir. Pada saat itu, Amerika Serikat menjatuhkan bom di kota Hiroshima dan Nagasaki, Jepang. Dua operasi pengeboman yang menewaskan sedikitnya 129.000 jiwa ini merupakan penggunaan senjata nuklir pada masa perang untuk pertama dan terakhir kalinya di dalam sejarah.

Dari banyak tempat wisata yang pernah kami kunjungi, Hiroshima adalah destinasi terjauh yang kami capai dengan menggunakan mobil. Jarak dari Wakayama ke Hiroshima itu jauuuuuh sekali. Dengan mobil jarak yang ditempuh yaitu 450km, jadi butuh waktu sekitar 6 jam untuk satu kali perjalanan dan sekitar 8 jam jika ditambah berhenti untuk istirahat (terima kasih yaaa perjuangannya 💗). 

Sesampainya di Hiroshima, kami segera mencari tempat parkir di sekitar lokasi utama. Kira - kira membutuhkan waktu sekitar 7 menit untuk berjalan kaki dari tempat parkir sampai ke lokasi utama. Hiroshima Heiwa Kinen Kouen (広島平和記念公園) atau Taman Monumen Perdamaian Hiroshima (Hiroshima Peace Memorial Park) adalah taman yang terletak di pusat kota Hiroshima. Di dalamnya terdapat berbagai monumen dan museum yang bertujuan untuk mengingatkan umat manusia akan pentingnya perdamaian.


 
Children's Peace Monument dan Memorial Cenotaph
(sumber: foto pribadi)


Sayangnya, di dalam museum dilarang untuk mengambil foto (walaupun ada beberapa pengunjung yang nekat mengambil foto dan kebanyakan dari mereka adalah turis) jadi saya tidak bisa mengabadikan satupun objek di dalam museum. Di pintu masuk, resepsionis menyediakan guide dengan harga 500 yen atau sekitar 50ribu yang berbentuk suara dalam berbagai macam bahasa seperti, Jepang, Indonesia, Inggris, Arab, Jerman, dan masih banyak negara lainnya. Guide ini berbentuk seperti walkman lengkap dengan headset dan dibawa per orang, berfungsi untuk menjelaskan setiap objek yang ada di dalam museum, baik penjelasan tentang objek maupun contoh dialog yang benar - benar terjadi pada saat peristiwa tersebut, jadi kita seperti ada di lokasi kejadian. 

Ada yang benar - benar membuat merinding yaitu pada bagian korban yang merupakan seorang wanita dan beberapa anaknya dengan kondisi sangat parah, luka di sekujur tubuhnya, dan yang semakin membuat merinding adalah dialog yang dimainkan di guide, suara rintihan dan perjuangan untuk tetap hidup sangat jelas tergambar. Bagi yang tidak menyewa guide, tersedia penjelasan disetiap objek. Ada juga beberapa televisi yang memutar film atau dokumenter saat peristiwa tersebut terjadi.

Tanggal 25 Mei 2016, Obama berkunjung ke lokasi ledakan sebagai presiden pertama AS yang mengunjungi lokasi ledakan. Kunjungan ini bertujuan untuk menunjukkan sikapnya bahwa Washington siap bekerja sama dengan Tokyo untuk menghapus penggunaan senjata nuklir. "Saya datang, pertama dan terutama, untuk mengingat dan menghormati puluhan juta nyawa yang hilang selama Perang Dunia II. Hiroshima mengingatkan kita bahwa perang, tidak peduli penyebab atau negara yang terlibat, menghasilkan penderitaan dan kerugian yang luar biasa, terutama untuk warga sipil yang tidak berdosa." kata Obama.

(sumber: foto pribadi)

Pada kunjungannya kali ini, Obama membuat origami yang berbentuk burung bangau sebagi simbol perdamaian. Ia juga menuliskan pesan sebagai berikut "Kita telah mengetahui penderitaan perang. Mari kita menemukan keberanian, bersama - sama, untuk menyebarkan perdamaian dan mengejar dunia tanpa senjata nuklir".


                                                               (Sumber: foto pribadi)


(Sumber: foto pribadi)

Genbaku Dome (原爆ドーム) dibangun tahun 1915. Bangunan tiga lantai yang terbuat dari batu bata dan semen ini berfungsi sebagai balai pameran perindustrian. Tetapi pada 6 Agustus 1945 pukul 8.15 pagi, bom atom pertama yang digunaka dalam perang, meledak di atas kota itu di ketinggian 550 meter, hampir persis di atas balai pameran tersebut. Semuanya yang ada di dalamnya tewas seketika. Namun, struktur inti bangunan tetap berdiri kokoh.

(Sumber: foto pribadi)

Terletak di dalam Taman Monumen Perdamaian Hiroshima di sisi jembatan Aioi. Sekitar 200m di sebelah timur terdapat rumah sakit Shima-byouin yang merupakan hiposenter ledakan nuklir.

(Sumber: foto pribadi)

Setelah itu kami makan makanan khas Hiroshima yaitu Hiroshimayaki (広島焼). Hiroshimayaki berbeda dengan okonomiyaki pada umumnya karena ditambahkan yakisoba (焼きそば) atau mie goreng sebagai dasarnya.

(Sumber: foto pribadi)



Sumber:
http://visithiroshima.net/things_to_do/attractions/historical_places/canotaph_for_a-bomb_victims_memorial_monument_for_hiroshima_city_of_peace.html

http://internasional.kompas.com/read/2016/05/27/17414931/kunjungan.obama.ke.hiroshima.memicu.perdebatan.

https://www.jw.org/id/publikasi/majalah/g201411/monumen-perdamaian-hiroshima/

Kerja paruh waktu (Arubaito / baito)

Belum pernah kerja sama sekali sebelumnya tapi tiba - tiba harus kerja apalagi di Jepang?? Iya, sebelum tinggal di Jepang saya belum pernah sama sekali kerja. Gimana ya jadinya???

Arubaito atau bisa disingkat baito merupakan kata serapan dari bahasa Jerman "arbeiten". Di Jepang, arubaito merupakan hal yang wajar di lakukan oleh pelajar ataupun mahasiswa, ini adalah salah satu upaya pemerintah untuk membantu rakyatnya secara finansial supaya bisa terus melanjutkan pendidikan juga memiliki uang saku sendiri sehingga perusahaan di Jepang diberikan kebijakan untuk menyediakan lapangan pekerjaan untuk arubaito. Kebijakan ini pun berlaku untuk pelajar asing di Jepang, tetapi dengan jumlah jam kerja yang dibatasi hanya 28jam/minggu agar tidak mengganggu konsentrasi selama belajar di Jepang. 

Sebagai pelajar asing yang berencana untuk arubaito harus membuat izin bekerja pada saat imigrasi. Izin tersebut berupa cap yang akan tertera di kartu identitas kita di Jepang. Jika tidak memiliki cap tersebut, kita tidak akan bisa arubaito. Setelah memiliki cap, kita bisa mencari lowongan pekerjaan yang biasanya akan di tempel di bagian informasi tempat kita belajar, pemberitahuan dari guru atau teman di Jepang, info dari internet, ataupun majalah khusus info lowongan pekerjaan yaitu  Townwork (タウンワーク) dan Jobaidem (ジョブアイデム). 

Majalah Jobaidem yang dapat diambil secara gratis
di berbagai tempat (sumber: Aidem Official Blog)

Ada berbagai macam jenis pekerjaan arubaito seperti pelayan restauran, kasir di swalayan, pekerja pabrik, dan lain - lain. Setelah menemukan pekerjaan yang cocok, kita harus menulis cv (履歴書) dan diserahkan ke tempat tujuan arubaito lalu jika dibutuhkan akan dipanggil untuk wawancara (面接). Setelah wawancara dan diterima maka akan dikabarkan untuk segera memulai arubaito.

Pengalaman arubaito saya yaitu di 3 jenis pekerjaan berbeda. Pertama di pabrik sayur, restauran ramen, lalu di minimarket. Dimulai dari arubaito di pabrik sayur, setelah beberapa minggu tinggal di Jepang, saya memulai pekerjaan yang ditawarkan sekolah yaitu di pabrik sayur Sunrise di Wakayama. Sebenarnya pekerjaan di pabrik tersebut bukan pekerjaan berat karena yang kami lakukan hanya mengupas kentang dan wortel, packing salad untuk dijual di supermarket, membersihkan lalu memotong, dan packing daun bawang. Pada waktu itu kami baito shift pagi di musim dingin, jam kerja selama 4 jam tanpa istirahat dan selesai arubaito langsung sekolah jadi terasa sedikit berat. Sabtu dan minggu, baito 8 jam dengan waktu istirahat selama 1 jam. Tetapi karena bekerja dengan teman lain bisa merasa terhibur dan melupakan lelah dengan bercanda saat istirahat dan di jalan pulang. 

Beberapa bulan kerja di pabrik Sunrise cukup memberi pengalaman kerja pertama untuk saya, jadi saya memutuskan untuk pindah arubaito. Setelah mencari restauran yang menerima arubaito, akhirnya saya menemukan restauran ramen populer kedua di Wakayama setelah Ide Shouten (井出商店) yaitu Hishio Ramen (ひしおラーメン) yang letaknya di area stasiun JR Wakayama. Kali ini saya belajar banyak hal mulai dari bahasa sampai budaya kerja Jepang. Rekan kerja di restauran ini juga sangat baik untuk membantu dan selalu mengajarkan tentang cara kerja disana. Saya arubaito setelah pulang sekolah, Di akhir pekan sesekali saya arubaito di hari sabtu pagi pukul 09.30 sampai sekitar pukul 14.00 karena sabtu malam dan hari minggu saya luangkan untuk pergi dengan seseorang 💝.

Pengalaman arubaito terakhir yaitu di convenience store Seven Eleven yang berjarak sekitar 15 sampai 20 menit dari apartemen saya. Bagi saya arubaito di Seven Eleven adalah arubaito yang paling saya suka dan sangat mengajarkan banyak hal. Di hari pertama kerja saya sudah harus belajar mengoperasikan mesin kasir, tentunya didampingi dan di ajarkan oleh rekan kerja. Awalnya saya kira saya tidak mampu arubaito di Seven Eleven karena harus komunikasi langsung dengan pelanggan, tanggung jawab atas uang yang keluar dan masuk dari mesin kasir saya, juga hal lain yang sebelumnya tidak terpikirkan seperti membersihkan toilet, display barang, menggoreng dengan alat yang rumit, juga hal lainnya. Tetapi setelah beberapa hari mendapat berbagai pengalaman dan melakukan kesalahan, membuat saya menjadi terbiasa dan menikmati arubaito di Seven Eleven. Keterampilan berbahasa Jepang saya juga sangat terasah, baik bahasa sopan maupun dialek Wakayama (和歌山弁). Pelanggan yang datang kebanyakan orang yang sangat baik, bahkan ada beberapa pelanggan yang menjadi teman karena mereka suka mengajak mengobrol, menyapa, bahkan membelikan minuman atau makanan sebagai tanda terima kasih atas pekerjaannya (お疲れ様です). Owner dan rekan kerja disini orang yang saaaaaangat baik^^.


(sumber: foto pribadi)

Setelah merasakan arubaito di Jepang, saya menyadari pentingnya kerja keras, disiplin waktu, menghargai apapun jenis pekerjaan, dan umur yang tidak menjadi pembatas seseorang untuk bekerja. Mereka yang sudah tidak muda lagi asalkan masih mempunyai tekad,  akan bekerja dan mengerjakan pekerjaan yang sama seperti pekerja yang berusia 20an. Tetapi tetap tidak bisa disamakan cara pandang pekerjaan semacam arubaito di Jepang dan di Indonesia, karena di Jepang bekerja menjadi bos ataupun bekerja membersihkan toilet sekalipun tetap pekerjaan yang sama - sama harus dihargai. Tidak selalu mereka yang mempunyai pangkat tinggi tidak mau melakukan pekerjaan seperti membuang sampah atau mengepel lantai. Berdasarkan apa yang saya lihat sendiri, manajer di salah satu swalayan mengepel lantai yang kotor, pemilik toko membersihkan dapur, juga bos di pabrik yang ikut bekerja memotong kentang.

Sumber:
http://meraputi-blog.com/?page_id=798

http://edukasi.kompas.com/read/2013/06/27/1351208/Enggak.Seru.Tanpa.Kerja.Paruh.Waktu.Arubaito.

http://www.aidem.co.jp/blog/2015/10/916

Kembang api (花火) di Minato Matsuri 2016 dan Marina City

Di post kali ini saya akan menceritakan tentang kembang api yang ada di Jepang. Saya berkesempatan menyaksikan 2 festival kembang api yang ada di Wakayama, yaitu di Minato Matsuri Hanabi Taikai (港まつり花火大会) pada tanggal 24 Juli 2016 dan di Marina City pada tanggal 21 Agustus 2016.

Minato Matsuri di kota Wakayama diselenggarakan setiap tahun sekali pada akhir bulan Juli yang bertempat di Nakafuto, Pelabuhan Wakayama. Festival kembang api ini adalah tradisi pada saat musim panas dan juga menjadi festival kembang api terbesar di Wakayama dan sangat dinanti oleh orang - orang yang tinggal di Wakayama dan sekitarnya. Selama 1 jam, Sekitar 3.000 kembang api akan diluncurkan pada festival ini. Acara utama yaitu peluncuran kembang api akan di mulai tepat pukul 20.00 sampai dengan 21.00 waktu setempat. sebelum pukul 20.00 akan ada beberapa latihan peluncuran kembang api.

Pada festival ini tidak disediakan tempat parkir yang luas jadi disarankan untuk menggunakan kereta atau kendaraan umum lainnya. Akses yang disarankan yaitu menggunakan kereta jalur Nankai Wakayamako, setelah itu berjalan kaki sekitar 10 menit untuk sampai ke tujuan. Festival ini tidak dipungut biaya.


*Disarankan untuk memiliki Adobe Flash Player untuk memutar video*
Untuk alternatif, silahkan klik link berikut ini untuk lihat channel Youtube saya berikut ini:

(sumber: video pribadi)

Selain kembang api, di area sekitarnya juga terdapat banyak toko / warung kecil yang menjual mulai dari makanan sampai mainan anak - anak. Makanan dan minuman yang banyak dijual biasanya adalah yakitori (やきとり) yaitu makanan sejenis sate yang ada di Indonesia, yakisoba (焼そば) atau mie goreng, kakigori (かき氷) atau es serut, dan masih banyak makanan dan minuman khas Jepang lainnya. 

Biasanya, para anak muda ataupun juga pasangan yang sudah berkeluarga mengenakan yukata (ゆかた) yaitu sejenis kimono berbahan tipis dan berwarna cerah yang dipakai pada saat musim panas. Untuk perempuan, tidak hanya memakai yukata tetapi mereka juga akan menghias rambutnya.

Berbeda dengan di Minato Matsuri, festival kembang api yang diselenggarakan di Marina City disajikan dengan menambahkan latar belakang musik yang iramanya disesuaikan dengan kembang api yang diluncurkan. Disini, kembang api yang di tampilkan tidak hanya kembang api dengan bentuk sewajarnya yang biasa kita lihat tapi disajikan dengan bentuk bermacam - macam seperti bentuk hati, muka senyum, buah cherry, dan bentuk lucu lainnya. 

Ada beberapa lagu yang dimainkan, contohnya yaitu lagu dengan irama yang semangat seperti ini

(sumber: video pribadi)

Hingga lagu dari band Jepang terkenal One Ok Rock berjudul Wherever You Are yang dapat merubah suasana menjadi melow atau sedih. Untuk saya sendiri, suasana saat itu berubah menjadi melow karena ini festival kembang api terakhir yang saya kunjungi ditahun 2016 bersama seseorang spesial 💖😢😢😢. Semoga lain waktu saya bisa menyaksikan festival kembang api lainnya di Jepang dengan orang yang sama!^^

(sumber: video pribadi)



Sumber: 
http://w-hanabi.com/access.html

https://id.visitwakayama.jp/venues/1209CcNlKogqyAM4eE6IAI/